17 September 2026 18:14:25

BBLKL Tingkatkan Kompetensi SDM melalui Refreshing Penangkapan dan Pengambilan Sampel Kelelawar di Senjoyo

BBLKL Tingkatkan Kompetensi SDM melalui Refreshing Penangkapan dan Pengambilan Sampel Kelelawar di Senjoyo
15 September 2026 BERITA 48 dibaca

BBLKL Tingkatkan Kompetensi SDM melalui Refreshing Penangkapan dan Pengambilan Sampel Kelelawar di Senjoyo

Salatiga — Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan (BBLKL) melaksanakan kegiatan Refreshing Penangkapan dan Pengambilan Sampel Kelelawar sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam mendukung surveilans reservoir penyakit zoonosis serta pengelolaan spesimen biorepositori.

Sebelum pelaksanaan praktik lapangan, para peserta terlebih dahulu mengikuti pembekalan teori di Aula BBLKL. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BBLKL, Akhmad Saikhu, M.Sc.PH, yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kompetensi petugas dalam surveilans reservoir penyakit zoonosis, khususnya kelelawar, sebagai bagian dari penguatan peran laboratorium kesehatan masyarakat.

Materi teori dan praktik disampaikan oleh Sigit Wiantoro, Ph.D., pakar kelelawar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Peserta mendapatkan pembekalan mengenai karakteristik dan ekologi kelelawar, pengenalan habitat serta lokasi potensial penangkapan, teknik penggunaan alat tangkap, penanganan atau handling, identifikasi morfologi, hingga prinsip keselamatan dalam pengambilan sampel kelelawar.

Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik lapangan di kawasan Senjoyo, Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Peserta yang terdiri atas Entomolog Kesehatan dan Pranata Laboratorium Kesehatan BBLKL mempraktikkan secara langsung berbagai tahapan surveilans kelelawar, mulai dari observasi habitat dan jalur terbang, penentuan titik penangkapan, pemasangan mist net dan harp trap, penanganan kelelawar hasil tangkapan, identifikasi morfologi, hingga pengambilan spesimen.

Dari kegiatan tersebut berhasil diperoleh 14 ekor kelelawar dari tiga spesies, yaitu Cynopterus brachyotis, Cynopterus titthaecheilus, dan Macroglossus sobrinus. Hasil penangkapan tersebut dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran langsung bagi peserta untuk mengenali karakter morfologi dan melakukan identifikasi spesies secara tepat.

Aspek keselamatan menjadi perhatian penting selama kegiatan berlangsung. Seluruh proses penangkapan, penanganan, hingga pengambilan sampel dipantau oleh Biosafety Officer BBLKL. Pengawasan dilakukan untuk memastikan penerapan prinsip biosafety dan biosecurity, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta prinsip kesejahteraan satwa atau animal welfare. Hal ini penting karena penanganan satwa liar memiliki risiko seperti gigitan, cakaran, maupun pajanan terhadap agen zoonotik.

Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam penangkapan dan identifikasi kelelawar, tetapi juga memperkuat kemampuan BBLKL dalam memperoleh serta mengelola spesimen reservoir yang berkualitas untuk mendukung pemeriksaan laboratorium dan penyimpanan di biorepositori.

Melalui peningkatan kompetensi SDM secara berkelanjutan, BBLKL terus berkomitmen memperkuat pelaksanaan surveilans berbasis laboratorium, pengelolaan biorepositori, serta deteksi dini penyakit zoonosis melalui pendekatan One Health sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat.

Dokumentasi pada halaman kedua juga memperlihatkan rangkaian kegiatan praktik, mulai dari penanganan spesimen hingga kegiatan lapangan malam hari, yang menunjukkan penerapan pembelajaran langsung dalam kondisi lapangan.

Kembali ke Berita