BBLKL Awali 2026 dengan Apel Pagi: Fokus pada Hasil, Data, dan Eksekusi
Salatiga — Mengawali tahun 2026, Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan (BBLKL) melaksanakan apel pagi yang dipimpin oleh Kepala BBLKL, Bapak Akhmad Saikhu, SKM, M.Sc.PH. Apel pagi ini menjadi momentum penguatan arah kerja organisasi dengan menegaskan bahwa kinerja tidak cukup diukur dari aktivitas, tetapi harus menghasilkan output yang nyata dan dampak yang terukur.
Dalam amanatnya, Kepala BBLKL menekankan bahwa pelaksanaan program pada tahun sebelumnya telah memberikan pelajaran penting. Program berjalan, namun belum seluruhnya berbasis data. Koordinasi sudah dilakukan, tetapi belum selalu efektif. Digitalisasi mulai dimanfaatkan, namun belum sepenuhnya menjadi alat utama dalam pengambilan keputusan. Kondisi tersebut, menurut beliau, menuntut perubahan cara kerja yang lebih terarah dan berdampak.
Perubahan Cara Kerja: dari Rutinitas ke Prioritas
Tahun 2026 diarahkan untuk menggeser fokus kerja dari rutinitas menuju prioritas yang jelas. Setiap target harus memiliki indikator kinerja yang terukur serta batas waktu yang pasti. Setiap kegiatan harus memberi nilai tambah bagi organisasi dan layanan. Pengambilan keputusan juga perlu bertumpu pada data yang tersedia, bukan pada kebiasaan lama.
Penguatan Eksekusi dan Monitoring Berkala
Kepala BBLKL menyampaikan bahwa 2026 menjadi tahun penguatan eksekusi. Pimpinan unit memegang peran kunci untuk memastikan arahan organisasi diterjemahkan menjadi tindakan nyata di lapangan. Monitoring dilakukan secara berkala dengan mekanisme yang sederhana, sementara evaluasi tidak perlu menunggu akhir tahun. Perbaikan harus dilakukan segera saat masalah muncul agar tidak berlarut.
Efisiensi Anggaran dan Pemanfaatan Teknologi
Di tengah keterbatasan anggaran, efisiensi menjadi keharusan. Aktivitas yang tidak menghasilkan dampak dihentikan, dan sumber daya difokuskan pada fungsi inti organisasi. Teknologi dimanfaatkan untuk mempercepat pelaporan dan analisis, bukan sekadar untuk kebutuhan administrasi. Dengan cara ini, kerja menjadi lebih ringkas, terukur, dan responsif.
Penguatan Kompetensi dan Kolaborasi Lintas Fungsi
Penguatan kompetensi juga menjadi fondasi penting. Pelatihan harus diarahkan pada kebutuhan nyata dan mendukung capaian target organisasi. Standar kerja diterapkan secara konsisten, serta kolaborasi lintas fungsi diperjelas melalui mandat dan target bersama. Setiap individu diharapkan memahami peran dan tanggung jawabnya secara utuh.
Tahun Konsolidasi dan Pembuktian
Menutup amanatnya, Kepala BBLKL menegaskan bahwa tahun 2026 diposisikan sebagai tahun konsolidasi dan pembuktian. Kerja dilakukan dengan disiplin, hasil diukur secara objektif, inovasi dikembangkan dengan tujuan yang jelas dan dapat direplikasi, serta integritas dijaga dalam setiap keputusan. Dengan pendekatan tersebut, BBLKL diharapkan bergerak lebih fokus, lebih efisien, dan lebih siap menghadapi perubahan.
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan Mengabdi untuk Negeri.
Salam Sehat!