06 Mei 2026 10:20:05

Sosialisasi Gerakan Larvasidasi Selektif di Kelurahan Endemis DBD Kota Salatiga

Sosialisasi Gerakan Larvasidasi Selektif di Kelurahan Endemis DBD Kota Salatiga
12 Juni 2019 BERITA 1484 dibaca

Sosialisasi Gerakan Larvasidasi Selektif di Kelurahan Endemis DBD Kota Salatiga

(Salatiga – 21/03/2019) Pertemuan sosialisasi gerakan larvasidasi selektif di Kelurahan Endemis DBD merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh B2P2VRP dan Dinas Kesehatan Kota Salatiga dalam rangka menanggulangi kejadian luar biasa demam berdarah Dengus di Kota Salatiga. Kegiatan sosialisasi mengundang para kader dan puskesmas untuk meminta komitmen ke depan sebagai salah satu upaya mengatasi DBD di Salatiga. Acara dibuka oleh Kepala Bidang Layanan dan Sarana Penelitian B2P2VRP, Siti Alfiah, SKM, M.Sc. Sosialisasi mengenai gerakan larvasidasi selektif dipaparkan oleh Dr. Wiwik Trapsilowati, M.Kes, peneliti B2P2VRP. Di hadapan para kader dan tenaga puskesmas, beliau menyampaikan perilaku nyamuk vektor sebagai penular penyakit yang menjadi target pengendalian. Kunci pengendalian vektor juga kembali ditekankan harus tepat sasaran (berkaitan dengan habitat nyamuk), tepat waktu (interval waktu yang diperlukan untuk aplikasi larvasidasi), tepat cara (gerakan 3M plus serta perlindungan terhadap gigitan nyamuk), serta tepat dosis. Larvasidasi selektif direncanakan dilakukan di seluruh rumah positif jentik di 8 kelurahan endemis DBD di Salatiga.

Dinas Kesehatan Kota Salatiga yang diwakili oleh Kepala Seksi P2M, Ibu Naning Tri Harini, SKM menyatakan bahwa kelurahan siaga (Kelsi) dibutuhkan sebagai ujung tombak untuk membantu menanggulangi DBD di tingkat kelurahan. Kelurahan siaga merupakan kondisi kesiapan kelurahan dengan sumber daya yang dimiliki untuk merespon kejadian penyakit. Ada banyak beban ganda penyakit yang harus diampu oleh Kelsi, DBD salah satunya. Pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan 3M plus (di antaranya larvasidasi) menjadi kegiatan yang akan dilakukan sebagai tindakan pencegahan DBD. Kelsi melalui para kadernya diharapkan dapat merangkul seluruh masyarakat, termasuk pemberdayaan keluarga melalui gerakan satu rumah satu jumantik. Ditargetkan pada tahun 2020, seluruh kelurahan di Salatiga tidak lagi ada zona sporadis dan endemis DBD. (raent)

Sosialisasi mengundang para kader dan puskesmas      Sosialisasi dilakukan oleh Peneliti B2P2VRP Wiwik T

Kembali ke Berita