Proses penentuan titik lokasi Rikhus Vektora
(Salatiga – 06/06/2018) Tim teknis baik vector dan reservoir bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten saat ini sedang melakukan konfirmasi lapangan terkait penentuan titik lokasi pengumpulan data Rikhus Vektora 2018 di 3 Provinsi (DKI Jakarta, Kaltara dan Kep. Riau). Kegiatan penetuan titik ini bertujuan untuk memilih lokasi penelitian Rikhus Vektora tahun 2018 berdasarkan peta dan citra satelit terstandar yang tersedia di lembaga pemerintah (BIG, LAPAN). Konfirmasi penentuan titik ini dilakukan dengan melihat langsung lokasi dengan GPS berdasarkan koordinat yang di dapatkan di dapatkan sebelumnya, unt melihat kelayakan dan keterjaminan lokasi apakah sesuai dengan syarat yang diinginkan, akses dan fasilitas relatif mudah, dan memastikan lokasi bisa dikunjungi serta tidak beresiko tinggi (bnecana, keamana, binatang buas dll)
Adapun kriteria pemilihan ini harus sesuai syarat yang sudah ditentukan berdasarkan masukan tim pakar, tim teknis dan Tim Sistem informasi geografis (SIG). Tim SIG terdiri dari : Badan Informasi Geospasial (BIG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan Fakultas Geografi yaUGM). Dan diatara beberapa kriteria tersebut adalah :
- Merupakan daerah endemis penyakit tular vektor dan zoonosis (PTVZ) berdasarkan informasi dinkes prov/kab/kota.
- Tim Teknis Pusat, Pakar, BIG dan LAPAN memilih 6 titik survei, berdasarkan Citra Satelit dengan ketentuan:
- Memiliki ekosistem hutan, non hutan dan pantai sesuai definisi operasional survei;
- Memiliki daerah pemukiman dan non pemukiman;
- Feasible/mudah dijangkau
- Satu titik pada 6 titik survei di setiap kabupaten/kota harus merupakan daerah endemis DBD
Untuk kemudian lokasi terpilih tersebut di verifikasi ulang oleh Tim SIG dari udara dengan menggunakan drone. Lokasi terkonfirmasi akan difoto dari udara dengan jangkauan lebih dari 2 km (untuk memastikan jika lokasi tersebut meragukan).
Ada 6 kategori ekosistem yang di dipilih sebagai lokasi pengumpulan data Rikhus Vektora yakni : Hutan (aneka ragam vegetasi/0,25 ha) Dekat Permukiman (dekat artinya 3 km), Hutan Jauh (3 – 5 km) Permukiman, Non Hutan (sawah, kebun dll) Dekat Permukiman, Non Hutan Jauh Permukiman, Pantai Dekat Permukiman, Pantai Jauh Permukiman. @igoe