Nanoinsektisida Tembakau Sebagai Insektisida Alami Aedes aegypti
(Salatiga – 14/12/2017) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI melaksanakan diseminasi hasil penelitian dengan judul Formulasi Lanjutan Nanoinsektisida dari Daun Tembakau (Nicotiana tabaccum) untuk Pengendalian Nyamuk Aedes aegypti Stadium Pradewasa di aula atas kantor Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit Salatiga. Diseminasi tersebut dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Peneliti B2P2TOOT Tawangmangu, Pejabat Struktural, peneliti dan teknisi Kantor B2P2VRP Salatiga. Dinas Kesehatan Kota Salatiga sendiri yang hadir adalah Plt Kepala Dinas Kesehatan Ibu Siti Zuraidah. Sebagai moderator adalah Ibu Widiarti dari Panitia Pembina Ilmiah (PPI) dan mewakili struktural dalam kata sambutan adalah Bapak Bagus Febriyanto. Penelitian ini pada tahun 2017 memasuki tahap ke-dua yang sebelumnya sudah dimulai pada tahun 2016.
Hasil penelitian tersebut memaparkan bahwa daun tembakau dapat dibuat sebagai insektisida alami yang berasal dari tumbuhan yaitu berupa nanoinsektisida dari ekstrak daun tembakau. Nanoinsektisida daun tembakau ini dapat dibuat sebagai larvasida untuk pengendalian larva nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit demam berdarah dengue. Nanoinsektisida ini pada dosis tertentu dapat mematikan larva nyamuk yang berkembang biak pada perairan. Insektisida nabati ini dapat sebagai alternatif lain sebagai pengganti insektisida sintetis atau kimia. Insektisida sintetis apabila digunakan secara terus menerus dalam jangka waktu lama akan menimbulkan resistensi terhadap serangga vektor.
Diharapkan nanoinsektisida ini dapat bermanfaat dan dapat diterapkan di masyarakat untuk pengendalian nyamuk. Penelitian ini masih terus berlanjut dan masih akan dilanjutkan untuk mengetahui uji stabilitas dan uji keamanan dari nanoinsektisida ekstrak daun tembakau yang akan dilaksanakan pada tahun depan.
