Merubah Pemikiran Pemegang Program Melalui Hasil Riset
(Yogyakarta – 21/12/2017) Tema tersebutlah yang diangkat oleh Kepala Badan Litbangkes dr. Siswanto, MPH, DTM saat memberikan arahan Diseminasi Riset Khusus Vektor dan Reservoir Penyakit (Rikhus Vektora) di Hotel East Parc Yogyakarta 17-19 Desember 2017 kemaren.
Kabadan menjelaskan bahwa Badan Litbangkes telah melakukan riset operasional berbasis bukti dengan paradigma mendekatkan produsen (Balitbangkes) dengan client. Dengan hasil penelitian yang valid diharapkan bisa masuk ke dalam agenda setting (pemikiran) para penentu kebijakan. Untuk selanjutnya menjadi awareness untuk mengilhami / memberi input dalam upaya pengendalian penyakit. Hal itu penting karena jika tidak ada interaksi antar keduanya, maka apa yg dihasilkan dari sebuah riset (ekspilisit knowledge) tidak serta merta bias merubah pemikiran (implisit knowledge) dari para pemegang program.
Lebih luas Kabadan menjelaskan Global health security berawal dari ketahan kesehatan nasional, dan ketahanan kesehatan itu bisa dibangun dengan membangun kewaspadaan dengan memprediksi berbabagi resiko salah satunya adalah dari vektor dan reservoir. Untuk menanggulangi penyakit tular vektor dan reservoir maka konsep one health dengan melihat epidemologi pada manusia dan hewan menjadi satu kesatuan. Karena 2/3 dari new emerging infeksius diseases itu adalah hasil interaksi manusia dan hewan. Balitbangkes juga telah melakukan MOU dengan Litbang pertanian sehingga memudahkan koordinasi Kementerian Kesehatan dan Pertanian.
Di akhir arahannya kabadan berharap agar hasil Rikhus Vektora ini bisa dikemas secara friendly dessicion making saat di paparkan forum yang lebih tinggi. Serta adanya pemikiran untuk membuat semacam modeling per jenis penyakit untuk analisis lebih lanjut pengembangan inovasinya.
Secara simbolis Kabadan juga menerima penyerahan hasil laporan tim validasi Rikhus Vektora yang diwakili oleh Prof. Dr. Rosichon Ubaidillah, M. Phill.