06 Mei 2026 11:22:11

Diseminasi Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018 KOrwil V

Diseminasi Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018 KOrwil V
28 November 2018 BERITA 2071 dibaca

Diseminasi Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018 KOrwil V

(Semarang-28/11/2018) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) merupakan salah satu unit dibawah Kementerian Kesehatan yang mempunyai visi sebagai pengawal kebijakan dan legitimator program pembangunan kesehatan berbasis bukti. Badan Litbangkes setiap lima tahun sekali melakukan pengumpulan data berbasis komunitas diseluruh Indonesia, dengan tujuan menilai capaian hasil pembangunan kesehatan yang dilakukan pada kurun waktu lima tahun terakhir. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) merupakan penelitian bidang kesehatan berbasis komunitas yang dapat menggambarkan tingkat nasional sampai dengan tingkat kabupaten/kota. Pelaksanaan Riskesdas diharapkan dapat dilakukan setiap 5 tahun sekali. Pelaksanaan lima tahun sekali dianggap interval yang tepat untuk menilai perkembangan status kesehatan masyarakat, faktor risiko, dan perkembangan upaya pembangunan kesehatan.

Riskesdas dilaksanakan bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam hal metode dan kerangka sampel, dengan proses mengumpulkan data spesifik kesehatan yang dilaksanakan oleh tenaga pengumpul data berlatar belakang pendidikan minimal D3 kesehatan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pengukuran, dan pemeriksaan. Pada tahun 2007dan 2013,  mengukursemua indikator kesehatan utama, yang meliputi status kesehatan (morbiditas disabilitas, status gizi, dan cedera), kesehatan lingkungan (higienis, sanitasi, jamban, air dan perumahan), pengetahuan-sikap-perilaku kesehatan (pencarian pengobatan, PHBS, penggunaan tembakau, minum alkohol, aktivitas fisik, perilaku konsumsi makananberisiko), berbagai aspek mengenai pelayanan kesehatan (akses, cakupan, mutu layananan, pembiayaan kesehatan) dan pengukuran serta pemeriksaan yang dilaksanakan seperti berat badan, tinggi/ panjang badan, lingkar perut, lingkar lengan atas,  kesehatan gigi, tekanan darah, hemoglobin dan pengambilan spesimen darah dan urin untuk parameter terkait dengan factor risiko penyakit menular dan penyakit tidak menular dengan tingkat representative Kabupaten/Kota.

Hasil Riskesdas 2007 dan 2013 telah dimanfaatkan oleh pelaksana program Kementerian Kesehatan, termasuk pengembangan rencana kebijakan pembangunan kesehatan jangka menengah (RPJMN 2010-2014dan RPJMN 2015-2019) oleh Bappenas, dan  beberapa kabupaten/ kota menggunakan data Riskesdasuntuk perencanaan, pemantauan, dan mengevaluasi program-program kesehatan dengan berbasis bukti (evidence-based planning).Komposit beberapa indikator Riskesdas 2007 danRiskesdas 2013 juga telah digunakan menyusun model Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) di Indonesia. NilaiIPKM menghasilkangambaran peringkat Kabupaten/Kota dalam bidang kesehatan, sehingga dapat melihat disparitas pembangunan kesehatan yang terjadi di Indonesia.

Tahun 2018 merupakan tahun-tahun terakhir dari pelaksanaan kabinet Indonesia Bersatu II, dan merupakan tahun-tahun awal implementasi pelaksanaan SDG’s di Indonesia, serta awal pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) 2016.  Pelaksanaan Riskesdas 2018, dilakukan dengan mempertimbangkan SDGs, RPJMN, Renstra, Standar Pelayanan Minimal (SPM), Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM), Program Indonesia Sehat – Pendekatan Keluarga (PIS-PK), dan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas).

Banyaknya informasi yang dapat dihasilkan melalui pelaksanaan Riskesdas dapat dimanfaatkan oleh banyak sektor terkait maka perlu dipersiapkan mulai tahun 2017 supaya pelaksanaannya dapat dimulai pada awal tahun 2018. Pelaksanaan pada awal tahun dan kerjasama dengan BPS untuk menudukung kebijakan one data, diharapkan hasil penelitian sudah dapat diakses sebelum tahun 2018 berakhir.

Pada hari Senin, tanggal 26 November 2018, bertempat di Hotel Harris Semarang, B2P2VRP Salatiga selaku Koordinator Wilayah V, melaksanakan diseminasi hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018. Acara dilaksanakan selama 3 hari, sampai tanggal 28 November 2018. Acara di awalai dengan perform dari pasukan Drumlek dari B2P2VRP Salatiga, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dan ramah tamah.

Pada hari Ke dua, dilaksanakan papamaran materi oleh bapak Dr. Joko Irianto, SKM, M.Kes, Dr. dr. Telly Purnamasari, dan Dr. Dwi Hapsari Tjandrarini, SKM, M.Kes. Pada malam hari ini acara di tutup oleh Sekretaris Badan Litbangkes, Dr. Nana Mulyana.

 

Kembali ke Berita