06 Mei 2026 20:33:59

Diseminasi hasil rikhus vektora 2016

Diseminasi hasil rikhus vektora 2016
18 Februari 2017 BERITA 1399 dibaca

Diseminasi hasil rikhus vektora 2016

(Jogja – 16 Desember 2016). Bertempat di Hotel Sahid Jaya Jogjakarta kemaren telah berlangsung kegiatan diseminasi hasil rikhus vektora tahap II tahun 2016 pada tanggal 14-16 Desember 2016. Acara tersebut mengundang perwakilan dari 15 Dinkes Provinsi dan 45 Dinkes kabupaten tempat rikhus vektora berlangsung. Turut hadir juga pada acara tersebut Kepala Badan Litbang Kesehatan Dr. Siswanto,M.Kes serta perwakilan dari Direktorat Jendral P2P dan WHO.

Kegiatan diseminasi ini diawali dengan ucapan selamat datang oleh perwakilan Kadinkes Prov DIY Bp. Efendi. Dalam sambutannya beliau sangat berharap agar hasil rikhus vektora ini bisa menjadi dasar informasi untuk pengambilan keputusan terkait pengendalian vektor dan reservoir penyakit di DIY khususnya karena di prov DIY sendiri termasuk daerah endemis malaria. Selain itu pengendalian yang paling efektif adalah dengan melakukan kerjasama lintas sektor, instansi maupun organisasi terkait.

Hal senada juga  dilontarkan kepala B2P2VRP bp. Joko Waluyo, ST, MScPH dalam sambutannya beliau sangat mengapresiasi dukungan dan kerjasama lintas sektor yang telah terjalin sebagai upaya untuk menciptakan jejaring yang kuat terutama dalam pengendalian VRP dan zoonosis. Baik kritik maupun masukan dari mitra kerja tentunya akan sangat bermanfaat bagi proses hasil maupun pengambilan keputusan kedepan.  Seperti halnya tujuan utama diadakannya rikhus vektora ini adalah untuk menyediakan data dan informasi yang valid serta mutakhir dalam rangka sistem kewaspadaan dini untuk pengelola program dan pemangku kebijakan.

Sesi paparan Rikhus Vektora dibagi dalam beberapa bagian yakni Peran dalam eliminasi Malaria dan Pengendalian DBD, Peran dalam Early warning system untuk penyakit Leptospirosis dan hantavirus di Indonesia dan Peran dalam Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis (PTVZ).

Selain hasil dari rikhus vektora desiminasi ini juga memaparkan hasil dari penelitian tupoksi B2P2VRP yakni “BIOLARAS Alternatif Pengendali Jentik Nyamuk”, “Deteksi Ricketsia typhi pada Pinjal tikus (Sampel dari KotaSemarang dan Kupang)”, “Skrinning Leptospirosis pada Sapi di Rumah Pemotongan Hewan Salatiga”.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh tim pakar dan validator. Dalam hasil reviunya tim validator memberikan nilai yang memuaskan yakni 89.45% dan mengalami kenaikan signifikan dari tahun kemaren. Seperti halnya Riset berskala Nasional laen di Badan Litbangkes selalu melibatkan tim validator. Tim validator ini bertugas untuk melakukan validasi proses selama kegiatan rikhus vektora berlangsung agar hasil yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dalam arahan dan penutup kegiatan Kepala Badan Litbangkes berpesan agar hasil pertemuan Diseminasi dapat dimanfaatkan oleh pemegang program sehingga dapat digunakan untuk pengendalian penyakit bersumber binatang baik di tingkat pusat maupun daerah. Dan kualitas hasilnya selalu ditingkatkan mengingat di tahun 2017 di 7 provinsi dan 2018 di 8 provinsi yang rencana akan dilaksanakan.

Kembali ke Berita