Berita

Agenda

Kontak

 
Logo

BALAI BESAR LABORATORIUM KESEHATAN LINGKUNGAN

DIREKTORAT JENDERAL KESEHATAN PRIMER DAN KOMUNITAS

6
Kenali Virus Nipah Sebelum Terlambat

Kenali Virus Nipah Sebelum Terlambat

Virus Nipah (NiV) adalah virus RNA yang termasuk dalam genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Virus ini memiliki kemiripan dengan virus Hendra, sehingga pada awalnya pernah disebut sebagai Hendra-like virus atau equine morbilli virus. Kewaspadaan terhadap NiV penting karena penyakit yang ditimbulkannya dapat berkembang cepat dan berisiko fatal.

Reservoir alami dan sebaran

Reservoir (inang alami) utama virus Nipah adalah kelelawar buah dari genus Pteropus (flying foxes). Kelelawar ini banyak ditemukan di wilayah tropis dan subtropis Asia serta benua Australia, sehingga potensi paparan dapat terjadi di berbagai negara pada kawasan tersebut.

Cara penularan

Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui beberapa jalur berikut:

  1. Kontak langsung dengan hewan terinfeksi (misalnya kelelawar, babi), atau cairan tubuh hewan seperti darah, urin, air liur, dan feses.

  2. Mengonsumsi produk makanan yang terkontaminasi cairan tubuh hewan terinfeksi, misalnya produk berbahan buah atau nira.

  3. Kontak dengan orang yang terinfeksi, termasuk paparan cairan tubuh (droplet, urin, atau darah).

Tanda dan gejala

Gejala umumnya dapat muncul 4–14 hari setelah terinfeksi. Pada banyak laporan, angka kematian kasus (CFR) diperkirakan sekitar 40–75%. Keluhan yang dapat muncul meliputi:

Pencegahan yang bisa dilakukan

Langkah pencegahan sederhana namun efektif untuk menurunkan risiko penularan:

Artikel edukasi ini disusun selaras dengan materi promosi kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI serta kampanye GERMAS, dan dapat digunakan sebagai ringkasan informasi untuk publik/medsos BBLKL Salatiga.

Sumber (sesuai materi):

  1. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI (2021) – Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Virus Nipah di Indonesia.

  2. Sendow, I., dkk. (2013) – Virus Nipah pada Kelelawar Buah Pteropus vampyrus di Sumatera, Indonesia. Indonesian Journal of Biology, 5(1), 35–44.

Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset
WhatsApp