06 Mei 2026 22:54:05

TC PTM Dilaksanakan serentak di 6 provinsi

TC PTM Dilaksanakan serentak di 6 provinsi
18 Februari 2017 BERITA 1843 dibaca

TC PTM Dilaksanakan serentak di 6 provinsi

Senin (18/07/2016) – Pada tahun 2016 ini Badan Litbang Kesehatan kembali melaksanakan 3 riset berskala nasional dan diantaranya adalah Riset Penyakit Tidak Menular (PTM) yang mengangkat tema kanker servik dan payudara. Riset PTM ini bertujuan untuk mendapatkan angka prevalensi wanita (usia 25 – 64 thn) dengan tumor   payudara dan lesi prakanker serviks di daerah perkotaan. Adapun hal yang melatar belakangi dilaksanakannya riset ini adalah tingkat angka kematian wanita Indonesia tergolong cukup tinggi yaitu : kanker payudara(21,4%) dan kanker serviks (10,3%). Dan 30 – 40% kejadian tersebut sebenarnya dapat dicegah.

Untuk menunjang pelaksanaan Riset Penyakit Tidak Menular (PTM) diperlukan pengetahuan tentang teori dan praktek lapangan bagi enumerator, enumerator penghubung, bidan /dokter pemeriksa yang terangkum dalam kegiatan workshopenumerator Riset PTM 2016. Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP Salatiga) selaku koordinator wilayah V melaksanakan Training Center / Workshop Enumerator untuk korwil V meliputi 6 provinsi : Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Tenggara dan Papua Barat.

Training Center ini dilaksanakan selama 7 hari pada tanggal 18 – 24 Juli 2016 di Provinsi Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Gorontalo dan Papua Barat. Dan tanggal 24 – 30 Juli 2016 di provinsi Sulawesi Tenggara. Dan diikuti oleh Enumerator, Enumerator penghubung, Bidan pemeriksa, Dokter pemeriksa, PJT Provinsi, PJT Kabupaten/Kota, PJO Provinsi, PJO Kab/Kota, SAL, dan Tim Korwil

Untuk proses pengumpulan data di 5 provinsi akan dilangsungkan pada tanggal 9 Agustus 2016 di, sedangkan di Papua Barat puldat akan dilaksanakan lansung setelah TC berakhir.

Sekilas tentang Riset Penyakit Tidak Menular (PTM) 2016

Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi perhatian penting saat ini karena beban besar yang ditimbulkan. Pada saat ini telah terjadi transisi penyakit dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular. Lebih kurang enam puluh tiga persen (63%) penyebab kematian ditimbulkan PTM (36 juta dari 57 juta orang meninggal) di seluruh dunia. Diantara kasus PTM yang meninggal 80% terjadi di negara-negara dengan penghasilan penduduk yang rendah sampai sedang, sebagian besar kematian tersebut terjadi pada usia kurang dari 69 tahun (WHO 2011).

Di Indonesia sampai saat ini belum pernah dilakukan Riset Penyakit Tidak Menular dalam skala Nasional terutama penyakit kanker, karena penyakit kanker merupakan penyakit penyebab kematian ketiga setelah sistem sirkulasi dan penyakit infeksi dengan insiden yang terus meningkat setiap tahunnya. Insiden atau prevalensi kanker di Indonesia sebenarnya belum dapat diketahui secara pasti, karena belum ada register kanker berbasis populasi yang dilaksanakan berdasarkan pertanyaan melalui wawancara dan tanpa pemeriksaan klinis atau laboratorium seperti diperoleh melui Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, prevalensi tumor dan kanker adalah 4,3 per 1.000 penduduk. 

Kembali ke Berita