06 Mei 2026 16:50:10

Sosialisasi Lintas Sektor Pendampingan dan Penanggulangan Leptospirosis Di Kabupaten Boyolali

Sosialisasi Lintas Sektor Pendampingan dan Penanggulangan Leptospirosis Di Kabupaten Boyolali
11 November 2017 BERITA 1568 dibaca

Sosialisasi Lintas Sektor Pendampingan dan Penanggulangan Leptospirosis Di Kabupaten Boyolali

(Boyolali – 10/11/2017) Dalam upaya nya untuk menekan angka kasus dan kematian akibat Leptospirosis di Kab. Boyolali, Dinas Kesehatan Kab. Boyolali bekerjasama dengan B2P2VRP Salatiga melaksanakan kegiatan yang bertajuk “Sosialisasi Lintas Sektor Dalam Pendampingan dan Penaggulangan Peningkatan Kasus Leptospirosis Di Kabupaten Boyolali”. Kegiatan yang mengundang Petugas Surveilans Puskesmas ini berlangsung hari Jumat 10 November 2017 ini berlangsung di Gedung Aula BP3D Kab. Boyolali.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Kab. Boyolali dr. Ratri S Survivalina menekankan pentingnya penanggulangan secara terintegrasi dan menyeluruh serta melibatkan berbagai sektor yang terkait mengingat peningkatan kasus korban meninggal terus meningkat dari tahun 2014. Dengan kerjasama tersebut diharapkan akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk deteksi dini dan penanggulangan leptospirosis. Dengan deteksi dini mungkin diharapkan penanganan bisa dilakukan secara cepat dan tepat sebelum jatuhnya korban jiwa.

Dalam paparan awal kasus leptospirosis yang ada di Kab. Boyolali Dr Syerli Kabid P2P Dinkes Kab. Boyolali menjelaskan bahwa banyaknya kasus meninggal dunia dikarenakan keterlambatan dalam diagnosa dan pengobatannya. Sedangkan dari B2P2VRP Dr. Ristiyanto, M.Kes dan Dr. Wiwik Trapsilowati menjelaskan beberapa Faktor resiko tertular yaitu ada luka terbuka, aktivitas di air kotor, seringnya bersentuhan dg bangkai / hewan sakit, perilaku kebersihan pribadi masih kurang dan ada tikus disekitar lingkungan tempat tinggal. Selain itu dijelaskan pula bagaimana penanganan tikus RT, cara penanganan yang benar dan cara tepat membunuh bakteri leptospirosis.

Kasus leptospirosis di Kab. Boyolali  th 2014 terlaporkan terjadi di Kecamatan (Teras, Nogosari, Ngemplak, Kemusu) ada 20 kasus dengan 7 meninggal, tahun 2015 di Kecamatan (Musuk, Sawit) ada 18 kasus 5 meninggal, tahun 2016 di Kecamatan (Mojosongo dk) ada 7 kasus 0 meninggal dan tahun 2017 DI Kecamatan (Simo, Sambi, Nogosari, Teras, Ngemplak) ada 33 kasus dengan 8 kasus meninggal.

Kembali ke Berita