06 Mei 2026 07:39:37

Kunjungan Kader dan Supervisor Jumantik Tangerang Selatan ke B2P2VRP Salatiga

Kunjungan Kader dan Supervisor Jumantik Tangerang Selatan ke B2P2VRP Salatiga
12 Mei 2020 BERITA 1739 dibaca

Kunjungan Kader dan Supervisor Jumantik Tangerang Selatan ke B2P2VRP Salatiga

(Salatiga – 06/12/2019) Pada zaman sekarang yang serba maju ini, kemajuan teknologi tidak bisa dipungkiri lagi. Tetapi terkadang hal itu tidak bisa diimbangi oleh kebiasaan hidup manusia akan menjaga kebersihan lingkungan. Banyak penyakit yang muncul akibat dari kelalaian terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Salah satunya adalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau disebut juga Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia,

Untuk meningkatkan pengetahuan dan menambah wawasan para Kader dan Supervisor Jumantik Tangerang Selatan (Tangsel), rombongan yang dipimpin oleh Bapak Subekti sebanyak 46 orang  Kader Jumantik adalah perwakilan 7 wilayah kelurahan di Kec. Pamulang dan Kec. Pondok Aren, yg mempunyai komitmen menjalankan program gerakan 1 rumah 1 jumantik di Tangsel untuk belajar tentang bagaimana cara pemantauan jentik, siklus hidup nyamuk, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), mengetahui cara pencegahan demam berdarah dengue dan mengunjungi Duver Salatiga selama 3 hari ke depan 4-6 Desember 2019.

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Layanan dan Sarana Penelitian Ibu Siti Alfiah, SKM, M.Sc,, dilanjutkan Pemaparan Profil B2P2VRP oleh Ibu Lulus Susanti, SKM, MPH, dan Pemateri oleh para Peneliti B2P2VRP Salatiga yaitu Triwibowo Ambar Garjito, S.Si, M.Kes, Aryani Pujiyanti, SKM, MPH, serta dilanjutkan melihat morfologi, dan siklus hidup nyamuk secara nyata di mini laboratorium kelas.    

       Ketua rombongan peserta diwakili oleh Bp. Subekti            Keseriusan peserta saat mendapatkan paparan dari pemateri

      Sebanyak kurang lebih 46 orang kader jumantik Tangsel         Salah satu teknisi B2P2VRP saat mendampingi di laboratorium

Hampir setiap tahunnya di Indonesia ada saja orang yang terjangkit penyakit DBD. Hal ini membuktikan bahwa sebagian masyarakat masih kurang sadar terhadap kebersihan lingkungan serta lambatnya pemerintah dalam mengantisipasi dan merespon terhadap merebaknya kasus DBD ini. Masyarakat seringkali salah dalam mendiagnosis penyakit DBD ini dengan penyakit lain seperti flu atau typhus. Hal ini disebabkan karena infeksi virus dengue yang menyebabkan DBD bersifat asistomatik atau tidak jelas gejalanya. Pasien DBD biasanya atau seringkali menunjukkan gejala batuk, pilek, muntah, mual maupun diare.

Dengan berbagai permasalahan tersebut masyarakat seharusnya sudah mengetahui tentang pentingnya menjaga lingkungan dari tempat-tempat bersarangnya nyamuk dan perlu memberantas sarang nyamuk agar dapat terhindar dari berbagai penyakit yang diakibatkan oleh nyamuk. (JQ)

Kembali ke Berita