06 Mei 2026 12:55:16

Gubernur Jawa Tengah Pantau Kesiapan B2P2VRP Uji Sampel COVID-19

Gubernur Jawa Tengah Pantau Kesiapan B2P2VRP Uji Sampel COVID-19
27 Maret 2020 BERITA 1517 dibaca

Gubernur Jawa Tengah Pantau Kesiapan B2P2VRP Uji Sampel COVID-19

(Salatiga-26/03/2020) Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Salatiga ditunjuk sebagai laboratorium untuk mengecek sampel pasien suspect virus Corona (COVID-19) di Jawa Tengah. Diharapkan ke depan hasil uji lab pasien di Jawa Tengah bisa lebih cepat keluar.

Pada Hari Kamis (26/3/2020) kemarin, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berkunjung ke B2P2VRP Salatiga guna meninjau langsung kesiapan Laboratatorium di B2P2VRP Salatiga dalam pengecekan sampel virus Corona (COVID-19). "Alhamdulillah Kemenkes (Kementerian Kesehatan) sudah menunjuk Lembaga B2P2VRP Salatiga ini sebagai tempat pengecekan Corona. Ini bisa membantu seluruh rumah sakit yang ada di Jateng untuk melakukan pengecekan," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Gubernur Ganjar menyebutkan saat ini proses tes laboratorium pasien Corona lebih cepat karena tidak harus ke Jakarta atau Yogyakarta. Dari penjelasan yang diterima Ganjar, jika spesimen dari pasien tiba sebelum pukul 12.00 WIB maka hasilnya bisa diketahui sore harinya. "Kalau melebihi jam 12.00 WIB, maka hasilnya hari berikutnya. Namun apapun itu, ini progres yang sangat bagus untuk melakukan percepatan. Diambil minimalnya, di sini bisa melakukan pengecekan maksimal dua hari saja," jelasnya.

Untuk saat ini, B2P2VRP Salatiga mampu mengerjakan hingga 40 sampel dari rumah sakit di Jawa Tengah per hari. "Tentu akan kami tingkatkan terus, kalau perlu dilakukan penambahan baik alat maupun SDM-nya," ujarnya.

 

Ganjar menambahkan, RSUP dr Kariadi, Semarang juga tengah disiapkan agar bisa melakukan cek lab pasien Corona. "Di Jateng yang ditunjuk adalah B2P2VRP Salatiga ini dan RSUP Kariadi, Semarang. Namun yang sudah siap dan berjalan di Salatiga ini karena fasilitas ini dibangun khusus untuk itu. Di Kariadi masih memerlukan beberapa dorongan agar siap," ujarnya.

Kepala B2P2VRP Salatiga, Joko Waluyo,ST, MscPH., menerangkan, di Laboratorium B2P2VRP terdapat dua alat real time PCR dan 9 alat PCR konvensional yang standby. Hingga saat ini sudah ada 18 sampel yang dicek. "Waktunya biasanya 8 jam pengerjaan. Tentu kalau nanti sampel semakin banyak, kami akan optimalkan pengerjaan agar kuotanya lebih banyak," ujarnya.

Seusai memantau kesiapan Laboratorium, Gubernur Ganjar menyempatkan untuk mengunjungi Wisata Ilmiah Museum Dunia Vektor dan Reservoir Penyakit (DUVER). (GM)

Kembali ke Berita