06 Mei 2026 12:20:37

Diseminasi Rikhus Vektora Tahun 2018 Di Kota Batam

Diseminasi Rikhus Vektora Tahun 2018 Di Kota Batam
06 Desember 2018 BERITA 1095 dibaca

Diseminasi Rikhus Vektora Tahun 2018 Di Kota Batam

(Batam - 06/12/2018) Dalam rangka penyampaian hasil Riset Khusus Vektor dan Reservoir Penyakit telah diselenggarakan diseminasi hasil Rikhus Vektora tahun 2018. Hasil Riset Khusus Vektor dan Reservoir Penyakit yang diawali sejak tahun 2015, tahun ini sudah tahun ke empat telah mencakup  29 Provinsi (85%) dari 34 Provinsi. Hasil Rikhus Vektora akan digunakan sebagai dasar  pengendalian penyakit bersumber binatang baik di tingkat pusat maupun daerah.

Diseminasi Rikhus Vektora diselenggarakan pada tanggal 03 – 06 Desember 2018 di Hotel Nagoya Hill Kota Batam. Kota Batam merupaka salah satu lokasi Rikhus Vektora 2018 diselenggarakan, selain itu Kota Batam merupakan Kota yang berhadapan langsung dengan dua negara tetangga yaitu Malaysia dan Singapura dimana risiko penularan penyakit tular vektor-reservoir-zoonosis dapat terjadi  antar negara. Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Teknis, Tim Manajemen, Para Pakar dan Validator Rikhus Vektora, Tim Manajemen data, serta stakeholder yaitu Subdit malaria, filariasis dan kecacingan, arbovirosis, vektor dan binatang pembawa penyakit. Zoonosis, penyakit infeksi re-emerging dari Dirjen P2P, BBTKL DKI Jakarta, KKP Batam, KKP Tanjung Priok, KKP Soekarno Hatta, BIG, LAPAN, perwakilan Global Fund, Kepala Dinas Kesehatan provinsi dan kab/kota Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi Kepulauan Riau, dan Provinsi DKI Jakarta lokasi Rikhus Vektora dilaksanakan, serta perwakilan Dekan Fakultas Kesehatan masyarakat/biologi/kedokteran hewan/kedokteran dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Badan Litbangkes, Dr. Nana Mulyana, M.Kes. Dalam sambutannya Dr. Nana mengatakan Rikhus Vektora dilakukan untuk mengetahui potensi penularan penyakit tular vektor dan zoonosis di Indonesia yang dapat meluas dan risiko terpapar lebih meningkat. Harapan kedepan hasil Rikhus Vektora dapat digunakan dalam peningkatan surveilans dan penguatan SKD KLB,  perluasan cakupan penemuan kasus, peningkatan kesadaran masyarakat, peningkatan kerjasama lintas sektor, penguatan metode pengendalian pemutusan rantai penularan dari vektor – reservoir penyakit kepada host/manusia, kajian terhadap jenis vektor dan reservoir yang baru ditemukan terhaadap potensi penularan penyakit, identifikasi perluasan jenis reservoir penyakit sesuai dengan situasi kondisi saat ini (misal monyet ekor panjang), dan identifikasi vektor dan reservoir terhadap penyakit TVZ lainnya misal zika virus, rickettsia, hantavirus, dll. (dy)

Kembali ke Berita