06 Mei 2026 16:19:37

Diseminasi Rikhus Vektora 2016-2017

Diseminasi Rikhus Vektora 2016-2017
22 Desember 2017 BERITA 1877 dibaca

Diseminasi Rikhus Vektora 2016-2017

(Yogyakarta – 18//12/2017) Dalam rangka pertanggungjawaban dan pemanfaatan hasil Riset Khusus Vektor dan Reservoir Penyakit (Rikhus Vektora) 2016 - 2017 telah berlangsung “Diseminasi Hasil Rikhus Vektora”. Bertempat di Hotel East Parc Yogyakarta tanggal 17-19 Desember 2017. 
Sejak tahun 2015 Rikhus vektora telah berlangsung di 26 provinsi dan tahap 3 di tahun 2017 ini dilaksanakan di 7 provinsi yakni : Riau, Jambi, DIY, Kalteng, Bali, Sulsel dan Papua Barat. Pertemuan yg dihadiri 180 peserta dari 210 undangan ini mengundang beberapa mitra terkait yang selama ini telah membantu pelaksanaan rikhus vektora seperti : instansi kemenkes (BTKL dan KKP Provinsi) , Kemnterian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Big, Lapan, Lipi, Eijkman, Kadinkes lokasi rikhus vektora 2016 dan 2017, tim pakar dan validator, FAO dan WHO, Perwakilan dari berbagai Universitas, TNI dan Polri. 
Pertemuan diisi dengan paparan, pembahasan dan diskusi ini dibagi menjadi 2 kelas yakni : 
  • Kelas vektor : menyajikan paparan hasil rikhus vektora untuk penyakit tular vector malaria, filariasis, JE, demam berdarah dan chikungunya. 
  • Kelas reservoir : leptospirosis, hantavirus, lisavirus dan JE baik dari sample hasil tikus dan kelelawar. 
Dalam sambutan dan pembukaannya Kepala B2P2VRP menyampaikan apresiasi tinggi atas bantuan pihak terkait karena selama ini persiapan maupun pelaksanaan Rikhus Vektora telah melibatkan banyak kalangan dan instansi. Kepala B2P2VRP pun menekanakan pentingnya kewaspadaan dini terkait ancaman penyakit tular VRP di Indonesia, karena dari hasil Rikhus Vektora sebagai contoh untuk Leptospirosis ditemukan ancaman dan faktor resiko di hampir seluruh provinsi walaupun yang diteliti adalah tikus.
Di akhir sambutannya kepala B2P2VRP berharap apa yang disampaikan menjadi manfaat yang besar bagi pemegang program untuk tindak lanjut ke depan pengendalian penyakit tular vektor dan reservoir penyakit baik di tingkat pusat maupun daerah.
Kembali ke Berita