Diseminasi Hasil Rikhus Vektora 2018 Propinsi DKI Jakarta di Dinas Kesehatan Propinsi DKI Jakarta
(Jakarta-19/2/2019) Riset Khusus Vektor dan Reservoir Penyakit telah dimulai sejak tahun 2015 hingga tahun 2018. Selama Rikhus Vektora tersebut sudah mencakup 29 provinsi dari 34 provinsi. Provinsi DKI Jakarta menjadi lokasi Rikhus Vektora pada tahun 2018. Hasil riset ini yang akan digunakan sebagai dasar pengendalian penyakit bersumber binatang baik di tingkat pusat maupun daerah.
Diseminasi Rikhus Vektora ini diselenggarakan pada tanggal 19 Februari 2019 di Gedung Auditorium Gawat Darurat (AGD) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dan dihadiri oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Lokasi Rikhus Vektora 2018, Kepala Puskesma, Rumah Sakit, Camat dan Lurah di lokasi Rikhus Vektora. Kegiatan ini dibuka oleh Kadinkes DKI Jakarta yang diwakili oleh Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dengan fokus arahan pada persiapan pengendalian penyakit tular vektor khususnya Demam Berdarah Dengue yang saat ini sedang meningkat jumlahnya. Peran Juru Pemantau Jentik perlu dioptimalkan dan dimaksimalkan agar bisa menekan perkembangan nyamuk penular Demam Berdarah Dengue. Kegiatan dilanjutkan dengan paparan Hasil rikhus Vektora di Provinsi DKI Jakarta yang disampaikan oleh Dr. Ristiyanto, M.Kes beserta tim. dan dilanjutkan dengan diskusi yang dimoderatori Kepala Balai Litbangkes Banjarnegara.




Rikhus Vektora dengan sampel di 18 titik lokasi yang ada di 5 Kota yaitu di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara dan 1 Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu dilakukan penangkapan nyamuk, tikus dan kelelawar untuk pemutakhiran data vektor dan reservoir penyakit. Selain itu juga dilakukan deteksi pathogen yang ada di vektor dan reservoir tersebut seperti demam berdarah dengue, malaria, japanesse encephalitis, filariasis, chikungunya, leptospirosis, hantavirus dan lyssa virus.
Hasil Rikhus Vektora dipergunakan untuk perencanaan pengendalian penyakit tular vektor dan reservoir penyakit, serta untuk peningkatan kewaspadaan dini pada masyarakat untuk mencegah dan mengendalikan berbagai penyakit yang ditularkan oleh vektor dan reservoir penyakit, serta dapat dilakukan pengendalian terpadu melalui kerjasama lintas sektor.
Hasil Rikhus Vektora akan dilanjutkan dengan perumusan Policy Brief (kebijakan) melalui kegiatan Fokus Grup Diskusi (FGD), dengan menghadirkan lagi berbagai stakeholder terkait sebagai dasar pembuatan rencana pencegahan penyakit tular vektor dan zoonosis di Provinsi DKI Jakarta. (JQ).