23 Oktober 2026 10:42:27

BBLKL Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa FKM UNDIP melalui Praktik Identifikasi dan Pembedahan Nyamuk serta Pengenalan Vektor Penyakit

BBLKL Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa FKM UNDIP melalui Praktik Identifikasi dan Pembedahan Nyamuk serta Pengenalan Vektor Penyakit
15 Oktober 2026 BERITA 10 dibaca

BBLKL Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa FKM UNDIP melalui Praktik Identifikasi dan Pembedahan Nyamuk serta Pengenalan Vektor Penyakit

Salatiga – Balai Besar Laboratorium Kesehatan Lingkungan (BBLKL) menerima kunjungan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro (FKM UNDIP) dalam kegiatan pembelajaran dan praktik laboratorium yang berfokus pada identifikasi vektor penyakit serta pengenalan karakteristik serangga yang berperan dalam kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran langsung di lingkungan laboratorium. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperdalam pengetahuan sekaligus mengembangkan keterampilan teknis dalam mengenali berbagai jenis vektor dan serangga yang memiliki keterkaitan dengan kesehatan lingkungan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan peserta, dilanjutkan penyampaian maksud dan tujuan kunjungan oleh perwakilan FKM UNDIP. Selanjutnya, Kepala BBLKL memberikan sambutan dan membuka kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kompetensi akademik dan keterampilan praktis mahasiswa di bidang kesehatan masyarakat.

Pendalaman Identifikasi dan Pembedahan Nyamuk

Sesi pembelajaran dimulai dengan materi identifikasi nyamuk yang bertujuan memberikan pemahaman mengenai karakteristik morfologi, ciri pembeda, serta teknik pengenalan berbagai jenis nyamuk yang berpotensi menjadi vektor penyakit.

Mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya ketepatan identifikasi nyamuk dalam mendukung kegiatan pemantauan dan pengendalian penyakit tular vektor, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria, dan filariasis.

Melalui pengenalan karakteristik fisik dan struktur tubuh nyamuk, mahasiswa diharapkan mampu memahami dasar-dasar identifikasi yang menjadi salah satu keterampilan penting dalam bidang entomologi kesehatan.

Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan praktik pembedahan nyamuk. Pada sesi ini, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam mengenal struktur anatomi internal nyamuk melalui teknik pembedahan laboratorium.

Praktik tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya keterampilan teknis, ketelitian, serta penerapan prosedur kerja laboratorium dalam kegiatan pemeriksaan dan penelitian vektor penyakit.

Selain memperkuat pemahaman teori, kegiatan praktik ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan observasi, analisis, dan keterampilan penggunaan peralatan laboratorium.

Mengenal Karakteristik Kecoa dan Lalat dalam Kesehatan Lingkungan

Setelah sesi identifikasi dan pembedahan nyamuk, kegiatan dilanjutkan dengan pembelajaran mengenai identifikasi kecoa dan lalat.

Pada materi identifikasi kecoa, mahasiswa mendapatkan pengetahuan mengenai karakteristik morfologi, jenis-jenis kecoa, serta keterkaitannya dengan sanitasi lingkungan dan potensi penyebaran mikroorganisme penyebab penyakit.

Kecoa merupakan salah satu serangga yang sering ditemukan di lingkungan permukiman maupun fasilitas umum. Keberadaannya dapat menjadi indikator permasalahan sanitasi, sehingga pemahaman mengenai identifikasi dan pengendaliannya menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan lingkungan.

Selanjutnya, mahasiswa mengikuti materi identifikasi lalat yang membahas ciri-ciri morfologi, karakteristik berbagai jenis lalat, serta perannya sebagai pembawa mekanis agen penyebab penyakit.

Melalui pembelajaran tersebut, mahasiswa diharapkan semakin memahami hubungan antara keberadaan serangga, kondisi sanitasi lingkungan, dan risiko gangguan kesehatan masyarakat.

Kegiatan identifikasi kecoa dan lalat juga memperluas wawasan mahasiswa mengenai pentingnya pengamatan serta pengenalan spesies dalam mendukung upaya pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit secara tepat.

Mengintegrasikan Teori Perkuliahan dengan Praktik Laboratorium

Kegiatan pembelajaran di BBLKL memberikan pengalaman bagi mahasiswa FKM UNDIP untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan penerapan metode pemeriksaan dan identifikasi di laboratorium.

Melalui interaksi langsung dengan tenaga teknis laboratorium, mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai proses kerja, penggunaan peralatan, serta pentingnya ketelitian dan penerapan standar operasional dalam setiap tahapan pemeriksaan.

Pembelajaran berbasis praktik ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami permasalahan kesehatan lingkungan secara lebih komprehensif, khususnya yang berkaitan dengan vektor dan binatang pembawa penyakit.

Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara institusi pendidikan tinggi dan BBLKL dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan masyarakat.

BBLKL Berkomitmen Mendukung Pengembangan Kompetensi Generasi Muda

Sebagai institusi laboratorium kesehatan lingkungan, BBLKL terus berkomitmen mendukung kegiatan pendidikan, pembelajaran lapangan, dan pengembangan kompetensi bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Kunjungan mahasiswa FKM UNDIP ini diharapkan tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan pemahaman mengenai pentingnya peran laboratorium dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit berbasis lingkungan.

Melalui kegiatan kolaboratif antara institusi pendidikan dan laboratorium, diharapkan dapat terbentuk sumber daya manusia kesehatan masyarakat yang kompeten, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan lingkungan pada masa mendatang.

BBLKL berharap kegiatan ini menjadi pengalaman pembelajaran yang bermanfaat bagi mahasiswa FKM UNDIP sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan institusi laboratorium dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.

Kembali ke Berita